.,,

.,,

Kegiatan Gelar Karya Siswa

Monggo dulur-dulur kito raketaken lelangkah demi kemajuan MIS HIDAYATUL FALAH bersama.

Pemberian Cindera Mata Kepada KaDes Pagedangan

Monggo dulur-dulur kito raketaken lelangkah demi kemajuan MIS HIDAYATUL FALAH bersama.

Hadiah 1 Ekor Kambing Untuk Siswa Berprestasi

Monggo dulur-dulur kito raketaken lelangkah demi kemajuan MIS HIDAYATUL FALAH bersama.

Dewan Guru MISHIFA

Monggo dulur-dulur kito raketaken lelangkah demi kemajuan MIS HIDAYATUL FALAH bersama.

Study Gathering

Monggo dulur-dulur kito raketaken lelangkah demi kemajuan MIS HIDAYATUL FALAH bersama.

Sabtu, 25 April 2026

Saku Karya Guru MI Hidayatul Falah Kini Go Digital

Scan – Baca – Berbagi

Dalam upaya meningkatkan budaya literasi dan inovasi di lingkungan madrasah, MI Hidayatul Falah menghadirkan sebuah program kreatif bertajuk “Saku Karya Guru” yang kini telah bertransformasi menuju era digital.

Program ini menjadi wadah bagi para guru untuk menuangkan berbagai karya, mulai dari book review, refleksi pembelajaran, praktik baik di kelas, hingga karya tulis ilmiah. Menariknya, seiring perkembangan teknologi, Saku Karya Guru tidak lagi terbatas pada media cetak.

Kini, setiap karya dikemas secara praktis dalam bentuk kartu saku berisi kode QR. Melalui inovasi ini, siapa pun dapat dengan mudah mengakses karya-karya guru hanya dengan melakukan pemindaian.

📱 Ingin tahu karya guru kami?
Cukup dengan scan kode QR, baca, dan temukan inspirasi!

Melalui langkah ini, MI Hidayatul Falah tidak hanya mendorong guru untuk terus berkarya, tetapi juga membuka ruang berbagi yang lebih luas, modern, dan mudah dijangkau. Program ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam pengembangan literasi digital di lingkungan pendidikan dasar.

Dengan semangat “Scan – Baca – Berbagi”, mari bersama membangun budaya belajar yang lebih dinamis dan bermakna.


Contoh Kartu Karya Guru





Dzikir Biru: Inovasi Sederhana, Dampak Luar Biasa dalam Membentuk Karakter Siswa

Program Dzikir Biru merupakan inovasi pembiasaan karakter religius yang dikembangkan di MI Hidayatul Falah sebagai respons terhadap tantangan perilaku berbahasa siswa, khususnya kebiasaan berkata kurang baik. Program ini menghadirkan pendekatan sederhana namun bermakna: membiasakan siswa melafalkan dzikir harian sambil berjalan di jalur berwarna biru setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai.

Dzikir Biru tidak sekadar rutinitas, tetapi menjadi sarana menanamkan kesadaran spiritual bahwa setiap ucapan selalu dalam pengawasan Allah. Dengan fondasi ini, siswa dilatih untuk mengganti ucapan negatif dengan kalimah thayyibah, sehingga terbentuk kebiasaan berbahasa yang santun dan penuh makna.

Perlu dicatat sebagai bagian dari perjalanan sejarah madrasah, bahwa gagasan dan pengembangan Program Dzikir Biru ini diinisiasi oleh Azizatus Sholihah, S.Pd.I, sebagai bentuk ikhtiar menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata dalam pendidikan karakter siswa.

Pelaksanaan program ini didukung oleh berbagai strategi, seperti:

  • Dzikir harian terjadwal (tasbih, tahmid, tahlil, takbir, sholawat, istighfar),
  • Penguatan visual melalui poster lafaz di lingkungan madrasah,
  • Lingkungan audio religius saat jam istirahat,
  • serta sistem apresiasi berupa pemberian bintang untuk menjaga konsistensi siswa.

Hasilnya menunjukkan perubahan yang sangat signifikan. Dalam waktu dua bulan, terjadi penurunan ucapan kasar hingga lebih dari 50%, serta peningkatan kesadaran siswa dalam menjaga lisan. Selain itu, siswa menjadi lebih tenang, fokus, dan siap mengikuti pembelajaran sejak awal.

Dampak positif juga terlihat pada suasana madrasah yang lebih kondusif, interaksi sosial yang lebih santun, serta meningkatnya semangat siswa dalam berlomba melakukan kebaikan. Program ini bahkan mulai direplikasi oleh beberapa lembaga pendidikan lain karena konsepnya yang low cost namun high impact.

Lebih dari itu, Dzikir Biru diharapkan tidak hanya menjadi program, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi para guru untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghadirkan praktik-praktik baik di madrasah. Setiap ide sederhana yang lahir dari kepedulian guru, jika dilakukan dengan konsisten, dapat menjadi perubahan besar bagi masa depan peserta didik.

Secara keseluruhan, Dzikir Biru menjadi bukti bahwa pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten mampu membawa perubahan besar dalam pembentukan karakter. Program ini tidak hanya mendukung visi madrasah dalam mencetak insan religius, tetapi juga menjadi praktik baik (best practice) yang layak disebarluaskan.

Karya Tulis selengkapnya bisa dibaca melalui scan di bawah ini.



Senin, 20 April 2026

Sosialisasi Deteksi Dini Kanker di MI Hidayatul Falah oleh YSKI

Pada hari Senin, 20 April 2026, MI Hidayatul Falah melaksanakan kegiatan sosialisasi kesehatan dengan tema “Deteksi Dini Kanker serta Upaya Pencegahan Melalui Pola Hidup Sehat”. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah dalam memberikan edukasi kesehatan kepada warga sekolah.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber, yaitu Yesica Dwi, AM, yang memberikan pemaparan secara informatif dan edukatif kepada peserta. Kegiatan diikuti oleh dewan guru dan perwakilan wali murid dengan penuh perhatian dan antusiasme.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa kanker merupakan kondisi perubahan sel normal menjadi sel abnormal yang dapat berkembang menjadi tumor ganas serta berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan tumor jinak dan tumor ganas.

Lebih lanjut, disampaikan pula berbagai faktor risiko penyebab kanker, seperti faktor genetik, paparan zat kimia dan polusi, konsumsi makanan berpengawet, serta pola hidup yang kurang sehat. Narasumber juga menguraikan jenis-jenis kanker yang umum terjadi, di antaranya kanker payudara, kanker rahim (serviks), dan kanker prostat, beserta gejala awalnya.

Sebagai langkah preventif, peserta dikenalkan dengan berbagai metode deteksi dini, seperti SADARI (pemeriksaan payudara sendiri), mammografi, pap smear, dan IVA test. Selain itu, ditekankan pula pentingnya menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak buah dan sayur, menghindari makanan berlemak tinggi, serta rutin berolahraga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga madrasah dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan deteksi dini terhadap penyakit kanker. MI Hidayatul Falah berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.

🔍 Inti Materi:

  • Pengertian kanker: Perubahan sel normal menjadi abnormal dan dapat menyebar (metastasis).
  • Jenis tumor:
    • Tumor jinak (tidak menyebar)
    • Tumor ganas (kanker)

⚠️ Faktor Risiko:

  • Keturunan/genetik
  • Polusi dan zat kimia
  • Makanan berpengawet
  • Pola makan dan pengolahan makanan yang tidak sehat

🧬 Jenis & Gejala Awal:

  • Kanker payudara: benjolan, gatal, perubahan kulit
  • Kanker rahim/serviks: keputihan terus-menerus, pendarahan tidak normal
  • Kanker prostat: gangguan buang air kecil, nyeri

🩺 Deteksi Dini:

  • SADARI (periksa payudara sendiri)
  • Mammografi
  • Pap smear
  • IVA test

🥗 Pencegahan:

  • Pola makan sehat dan bergizi
  • Perbanyak buah dan sayur
  • Hindari lemak tinggi dan pengawet
  • Rutin olahraga
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh



























Latihan Sepak Bola dan Lari





 

Selasa, 14 April 2026

Dokumentasi UAMNU 2025/2026

 





















Kamis, 09 April 2026

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com